Bapak membelinya agar aku dan kakakku tak berebut tempat tidur. Kakakku suka nakal, dia marah kalau aku tidur bersamanya. hahahah.... Aku sering tidur sama ibu, hingga akhirnya bapak membelinya dan aku memilih tidur di atas. Aku ingat waktu itu akau belum sekolah, itu kepindahan kami yang pertama dari madiun.
Sejak kecil, ibu selalu memperlakukan kami seperti anak kembar saja, semua baju sama ... mungkin karena selisih umur yang cuma setahun membuat kami seperti anak kembar, tapi kelakuan beda jauh ... dari kecil kakakku tukang bikin onar, sebenarnya dia cerdas, tapi sayang... sepertinya dia menderita kejiwaan yang komplekx juga, merasa tidak puas dengan apa yang didapatkan, padahal ibu tak pernah membedakan kita.
Pertama kali tidur di tempat tidur itu aku senang sekali meski bapak was-was aku bakalan jatuh karena sisi tempat tidurnya rendah. Akhirnya terjadi juga, malam itu aku terjatuh dari tempat tidurnya, ajaibnya aku tidak menangis, malah lanjut tidur di ubin. Paginya bapak langsung bawa aku ke rumah sakit, meski aku ndak demam. Benturan keras tubuhku membuatnya kawatir, tidak ada luka. cuma kepala yang sedikit benjol. hahahhah.... Bapak, dia lebih kawatir daripada ibu.... makasih bapak... terimakasih banyak....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar