Jumat, 02 Oktober 2015

Masa Lalu

"Dy!"

"Hmmm."

"Berhentilah mengenang masa lalu, setiap kau menyelusurinya kembali nyeri yang kau dapatkan. Kalau seperti ini terus, kau tak akan bisa waras!"

"Tab, baru kusadari ternyata aku membuang sesuatu yang sangat berharga."

"Kau memang harus melakukannya, Dy. Demi kebaikan semuanya."

"Tapi sekarang akulah yang tak baik."

"Kau pasti bisa melewatinya, seperti dulu."

"Tab, kalau aku tak pernah waras lagi bagaimana?"

"Siap-siap saja penghuni rumah sakit jiwa, meski raga bebas tapi statusmu adalah pasien."

"Iya, sepertinya aku memang jadi pasien."

"Berhentilah sekarang ... tidak ada gunanya kau kembali ke masa lalu. Mereka belum tentu ingat."

"Ya ... mungkin mereka tak akan mengingatku tapi aku yakin di satu sisi yang lain aku ada diantara mereka. Setiap baris kenangan yang pernah ada."

"Sudahlah, berhentilah atau kau akan benar-benar ndak waras."

Ya, mungkin aku jadi ndak waras beneran setelah ini. Andai saja aku bisa amnesia ... mungkin bisa lebih mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar