"Dy."
"Tab, mulai sekarang kita jangan membicarakannya. Dia punya kehidupan dan juga mimpinya sendiri."
"Kau mau start?"
"Iya, semakin cepat, semakin baik. Aku akan menghilang darinya dan menjauh ...."
"Kau siap sakit?"
"Tidak, tapi akan lebih baik jika aku tak mengganggunya lagi. Saat kita iklas semua akan jadi lebih mudah.
"Kau yakin?"
"Tentu. Aku akan belajar untuk tidak merindukannya lagi."
"Kau benar-benar gila."
"Tidak, aku waras sekarang."
Aku waras sekarang dan kurasa ini yang terbaik. Belajar melupakan dan menjauh darinya adalah keputusan tepat. Aku yang berbuat, aku pula yang harus bertanggung jawab. Setidaknya aku masih punya keangan untuk bisa bertahan dari kerinduan yang bisa saja mendera sewaktu-waktu. I miss u so much...
Kesedihan terindah adalah saat kau berhasil melewatinya dengan baik. Kemenangan terbesar adalah saat kau bisa menaklukkan dirimu sendiri tanpa hilang kewarasan. Saat kau kembali terseret ke masa lalu maka ingatlah bahwa masa lalu akan tetap hidup meski kau ingin membuangnya. Biarkan saja dia lewat dan menggodamu sementara waktu, taklukkan dengan cara yang benar. Kelak kau akan menjadi kuat karena rasa sakit tak akan bisa mengalahkanmu lagi.
Jumat, 23 Oktober 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar