Kamis, 01 Oktober 2015

Kangen

"Dy."

"Hmmm."

"Kau tak merindukannya?"

"Tidak,"

"Kau bohong!"

"Kenapa kau yang emosi? Kesalahan besar jika aku merindukannya. Sudahlah, dia akan baik-baik saja tanpa aku. Dia kuat dan mandiri."

"Kau siap kehilangan?"

"Aku sudah siap kehilangan sejak pertama kali aku mengenalnya. Setidaknya aku masih mempunyai sesuatu darinya."

"Cerpen itu ...."

''Hehehe... aku tak akan kesepian, sudahlah. Jangan membuatku lemah, itu akan memperburuk keadaan. Kita akan tetap berjalan di jalan yang kita mau. Pada akhirnya kita sendiri."

"Kau pandai menipu."

"Hahaha... tidak juga. Aku cuma realitis saja. Udahlah, ada banyak kisah yang harus diselesaikan."

"Semalam kau gelisah,"

"Itu karena banyak nyamuk. Sudahlah...."

Aku mematikan si Tab. Semakin hari dia sering memerhatikanku. Ah, dia jadi pengamat sekarang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar