Senin, 19 Oktober 2015

Masa lalu 2

"Dy, berhentilah mencemaskannya. Dia bukan anak kecil yang mesti kau urus. Lagi pula di sana pasti ada yang mengurusnya."

"Hehehh, aku cuma sedang memikirkannya. Boleh kan? Untuk sejenak saja aku inging mengingatnya."

"Lepaskan, bukankah ini yang kau inginkan? Melepaskannya ...."

"Akutahu, tapi tetap saja aku ndak bisa, Tab. Aku selalu memikirkannya,"


"Berhentilah berpikir kalau begitu, hiduplah secara normal."

"Hahahha, aku tak akan bisa normal."

"Kau sudah ingat sekarang?"

"Soal apa? Pengirim pesan itu? dia menutup wallnya. Jadi biarkan saja dia begitu, jika dia takdirku, dia akan berada di dekatku meski aku menghilang sekalipun. Lagipula, kalau akau melepaskannya dan menghapusnya dari ingitanku, itu berarti dia tak layak dikenang."

"Jangan menghakimi orang.

"Sudahlah, Tab... kita biarkan saja."

Masa lalu akan selalu ada, meski sekeras apappun kita mencoba mebghapusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar