"Kau akan meninggalkannya lagi?"
"Iya, kurasa yang terbaik itu. Dia akan baik-baik saja. Kau tahu kan, dia kuat dan mandiri. Lagi pula dia ndak butuh aku."
"Kau akan gila untuk sementara waktu."
"Iya, dan aku akan menikmatinya sementara waktu. Kau bisa membantuku, kan?"
"Ok ... kita lanjutkan kegilaan ini sampai di atas level. Sampai kita tak akan pernah tahu warah atau tidaknya kita saat itu."
"Makasih, Tab. Kau sahabat gelap yang paling mengerti."
"Tentu, tak apa. Bicara padaku saja dan kita pecahkan itu bersama."
"Kita akan menyelusuri semuanya kempali."
"Itu artinya, kau tak akan pernah membuat dirimu sembuh."
"Aku hanya ingin melewati ini."
"Dy, apa kau menyukainya?"
"Iya, sejak pertama aku dekat dengannya dan sejak itu aku tahu hari ini akan tiba. Jadi kita nikmati saja rasa sakit ini. Anggap saja ini adalah anggur yang sejenak akan membuat kesadaran kita menghilang. Nikmati saja rasanya ..."
"Kau merindukannya."
"Dan aku juga sakit karenanya .... hahahah... mari bersulang untuk kegilaan ini."
"Jadilah May!"
"Aku belum bisa, May terlalu kuat, aku tak mau masuk dalam dunianya."
"Dua alam ..."
"Dua alam yang mengerikan..."
"Terserah kamu sekarang, cepatlah waras sebelum kau benar-benar gila.'
Hahahah .... sepertinya si Tab benar, aku harus cepat kembali waras, tapi saat ini aku ingin menikmati kegilaan ini.
Kesedihan terindah adalah saat kau berhasil melewatinya dengan baik. Kemenangan terbesar adalah saat kau bisa menaklukkan dirimu sendiri tanpa hilang kewarasan. Saat kau kembali terseret ke masa lalu maka ingatlah bahwa masa lalu akan tetap hidup meski kau ingin membuangnya. Biarkan saja dia lewat dan menggodamu sementara waktu, taklukkan dengan cara yang benar. Kelak kau akan menjadi kuat karena rasa sakit tak akan bisa mengalahkanmu lagi.
Minggu, 04 Oktober 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar