"Dy, lagi patah hati?"
"Ndak,"
"Hala ... sejak kapan sich lo itu pinter bohong? Sembunyi dari FB, ngindarin apa sich? Banyak fans ndak penting?"
"haruskah kuceritakan jika kamu sudah tahu semuanya? Kau tahu Tab, aku sudah meremukkan hatiku sendiri. Sekarang rasanya menyingkir jadi jalan terbaik. Menikmati kesendirian dan juga menikmati detik-detik terakhir."
"Sejak kapan kau menyerah soal hidup?"
"Sejak aku sadar, rasa ini datang lagi. Padahal sudah lama aku mematikan semua rasa. Sering aku tanamkan dalam diriku bahwa aku tak layak buat siapa pun."
"Kau itu mengerikan, membosankan, bukan lagi gadis yang kuat, tegar, cerewet, suka main drama. Kali ini peran apa yang kau mainkan?"
"Tak ada. Aku sudah tutup semua akunku. Untuk saat ini, aku ingin di sini. Tak akan ada yang menemukanku."
"Ada. Pasti ada. Apa kau pikir dia cuek meski dia diam?"
"Kuharap dia tak ke sini."
"Kalau dia ke sini?"
"Banyak hal yang bisa dia lakukan selain melacak keberadaanku. Dia tak akan bertanya apapun padaku. Aku tahu sifatnya."
"Kau tahu sifatnya, tapi kau tak tahu hatinya."
"Iya, aku tak tahu hatinya dan aku juga tak ingin tahu itu. Suatu saat dia akan menemukan gadis yang tepat. Kurasa itu bukan aku."
"Terus saja meratap seperti itu."
"Sudahlah, setidaknya aku punya banyak waktu untuk menulis sekarang. Belakangan ini aku begadang terus sampai bengkak dan ngilu kakiku."
"Kau yang buat masalah, kalau kau lumpuh lagi gimana? Siapa yang akan kau suruh merawatmu. Belum kapok juga, dulu waktu kau setengah lumpuh, kau merepotkan banyak orang. sering jatuh, apa sekarang kau akan seperti itu?"
"Setidaknya dulu aku berjuang sendirian, mereka tak jujur soal sakitku. Ibu juga ndak pernah bilang kalau jantungku soak sejak kecil, pantas saja kalau di suruh lari rasanya mau pingsan, sesak dan nyeri tak karuan. Badan jadi ngilu dan gatal."
"Udah serching lagi?"
"Udah, kemungkinan sudah bocor. Tapi semoga aja ndak parah dan ndak ada komplikasi lanjutan."
"Ndak kerumah sakit?"
"Buat apa? Kalau aku ke sana, mereka akan tahu aku sakit. Aku ndak suka dikasihani. Sudahlah, aku bisa bertahan, kau tahu kan aku bisa melewati tahun-tahun ini sendirian. Setidaknya, aku masih punya kamu yang setia menemaniku."
"Terserah kau, Dy. Asal kau tahu, sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga."
"Tupainya lagi oon saja waktu itu ... hahahaha. Kurang prediksi dia, hahahaha... eh Tab, kalau si Lepi kujual buat bawa Ibu gimana?"
"Hmmm ... ndak papa sich,"
"Iya, kan masih ada ini nanti buat gantian. Lagi pula aku sudah ndak aktif kan... kalau buat nulis aku masih punya kamu. Kirim emailnya aku masih bisa pinjam adikku."
"Dy. Tumben ya, kita ngomong serius sekarang?"
"Iya ... hahahahah. Sudahlah, Besok ceritakan soal teman kencanmu, ya."
"Ogah. Kalau aku cerita kau pasti mewek, cemburu."
"Sok tahu."
Kenapa harus cemburu dengan kebahagian orang, eh .. si Tab kan bukan orang. Hehehehe... Yab, semoga mereka selalu bahagia dimanapun mereka berada. Sepertinya harus install blok sms biar ndak ada yang investigasi soal off dr dumay.
Kesedihan terindah adalah saat kau berhasil melewatinya dengan baik. Kemenangan terbesar adalah saat kau bisa menaklukkan dirimu sendiri tanpa hilang kewarasan. Saat kau kembali terseret ke masa lalu maka ingatlah bahwa masa lalu akan tetap hidup meski kau ingin membuangnya. Biarkan saja dia lewat dan menggodamu sementara waktu, taklukkan dengan cara yang benar. Kelak kau akan menjadi kuat karena rasa sakit tak akan bisa mengalahkanmu lagi.
Rabu, 30 September 2015
Selasa, 29 September 2015
Little Memories
Pertama kali datang ke rumah Kak Dodi, aku mendapatkan aura yang berbeda, tenang rasanya. Tidak seperti pada saat aku datang ke rumah yang lainnya. Senyum ibu begitu teduh, Kak Ri yang cantik dan berbadan subur, selalu ramah dengan siapa saja. Kak Dodi yang unik, satu yang selalu kuingat darinya adalah, dia suka melempar ransel semaunya dan main sambar makanan.
Pertama kali berjumpa pertanyaan selalu sama dengan yang lainnya, dari nama, pengalaman kerja sampai pada jumlah saudara. Di sana tidak membedakan makanan yang dimakan, semua sama.... hanya beda meja saja. Ini yang membuatku merasa beda di sana, tidak ada yang di bedakan di sana. Dulu pertama kali datang cuma ada aku dan Yati.
Dia saudara Kak Dodi, boleh di bilang keponakannya, tapi ya itu, diskoneknya minta ampun. Hal yang pertama kali aku lupa adalah mereka orang batak, bukan orang jawa. Saat pertama kali, di suruh masak, aku malah membuat masakan jawa... hehehehe... tentu saja mereka merasa aneh...
"Kau harus belajar masak sama mama, May." itu yang di bilang Kak Dodi saat melihat makanan di Meja, Ah, untunge ndak parah rasanya.
"May, kalau kau dah pandai masak. Kita bikin warung di depan. Ibu pingin punya warung di depan, ramai daerah sini." mendengar harapan ibu yang begitu besar aku cuma bisa senyum saja.
Hari-hari di sana kulalui dengan sesuatu yang baru. Belajar masakan mereka, menu yang di sukai Kak Dodi, Kak Riri, dan juga bapak. Ada yang paling aku sukai di sana, saat makan. Kebersamaannya dan juga suasana santai, saling 'menginjak' dengan cara yang beda.
"May. Kau dari pertama datang sampai sekarang tak berubah. Jarang teriak, ndak kayak Yati!"
Aku hampir tersedak mendengar ucapan Kak Dodi. dia selalu to the poin.
"Beda, Bang! Kak May jawa, Yati Batak!"
Hampir meledak tawaku mendengar ucapan Yati. Apa bedanya jawa dan batak. Mereka belum tahu kalau aku juga bisa jadi preman seperti mereka. hehehehee...
Tak di sangka jika suasana ini ternyata kujadikan penggalan dalam novelku. Ya, aku tak bisa melupakan semuanya. Di sana, aku merasa beda, bukan sebagai pembantu tapi sebagai keluarga juga. Sebagai May yang bisa masak, ngecat, beneri pintu. dan juga berdamai dengan 'mereka' yang selalu usil dengan anak-anak kos yang bermasalah. Ah andai saja aku tak sakit ,... mungkin aku masih bersama mereka. Melihat keluarga mereka berkembang... ahhh...
Sekarang aku punya banyak waktu untuk mengurai kembali kenangan yang pernah ada antara aku, Kak Dodi dan Ning. Mereka akan kubuat abadi, sampai aku menemukan cinta sejatiku dan mengganti semua ceritaku. Mereka akan menempati ruang berbeda dalam hatiku. Mereka abadi...
Pertama kali berjumpa pertanyaan selalu sama dengan yang lainnya, dari nama, pengalaman kerja sampai pada jumlah saudara. Di sana tidak membedakan makanan yang dimakan, semua sama.... hanya beda meja saja. Ini yang membuatku merasa beda di sana, tidak ada yang di bedakan di sana. Dulu pertama kali datang cuma ada aku dan Yati.
Dia saudara Kak Dodi, boleh di bilang keponakannya, tapi ya itu, diskoneknya minta ampun. Hal yang pertama kali aku lupa adalah mereka orang batak, bukan orang jawa. Saat pertama kali, di suruh masak, aku malah membuat masakan jawa... hehehehe... tentu saja mereka merasa aneh...
"Kau harus belajar masak sama mama, May." itu yang di bilang Kak Dodi saat melihat makanan di Meja, Ah, untunge ndak parah rasanya.
"May, kalau kau dah pandai masak. Kita bikin warung di depan. Ibu pingin punya warung di depan, ramai daerah sini." mendengar harapan ibu yang begitu besar aku cuma bisa senyum saja.
Hari-hari di sana kulalui dengan sesuatu yang baru. Belajar masakan mereka, menu yang di sukai Kak Dodi, Kak Riri, dan juga bapak. Ada yang paling aku sukai di sana, saat makan. Kebersamaannya dan juga suasana santai, saling 'menginjak' dengan cara yang beda.
"May. Kau dari pertama datang sampai sekarang tak berubah. Jarang teriak, ndak kayak Yati!"
Aku hampir tersedak mendengar ucapan Kak Dodi. dia selalu to the poin.
"Beda, Bang! Kak May jawa, Yati Batak!"
Hampir meledak tawaku mendengar ucapan Yati. Apa bedanya jawa dan batak. Mereka belum tahu kalau aku juga bisa jadi preman seperti mereka. hehehehee...
Tak di sangka jika suasana ini ternyata kujadikan penggalan dalam novelku. Ya, aku tak bisa melupakan semuanya. Di sana, aku merasa beda, bukan sebagai pembantu tapi sebagai keluarga juga. Sebagai May yang bisa masak, ngecat, beneri pintu. dan juga berdamai dengan 'mereka' yang selalu usil dengan anak-anak kos yang bermasalah. Ah andai saja aku tak sakit ,... mungkin aku masih bersama mereka. Melihat keluarga mereka berkembang... ahhh...
Sekarang aku punya banyak waktu untuk mengurai kembali kenangan yang pernah ada antara aku, Kak Dodi dan Ning. Mereka akan kubuat abadi, sampai aku menemukan cinta sejatiku dan mengganti semua ceritaku. Mereka akan menempati ruang berbeda dalam hatiku. Mereka abadi...
Cinta yang kubuang
Rasanya aku jadi orang yang membosankan sekarang, banyak mengeluh. Maaf ... aku harus banyak mengendalikan diriku. Hehehee... sepertinya aku belum siap kehilangan sekarang. Ya, aku selalu kehilangan atau lebih tepatnya aku yang mebuat semuanya menghilang. Bukan salah mereka jika pada akhirnya mereka berlalu. Aku yang membuat mereka pergi.
Sekarang, haruskah aku meratap saat sepi melanda? Tidak akan, kini mereka bahagia. Apa yang aku sesalkan, kurasa keputusanku tepat. Denganku mereka belum tentu bahagia. Mereka berhak mendapatkan yang terbaik, bukan aku tentunya. Aku tahu.
Apa yang bisa kubanggakan dari diriku? Untuk bernapas saja aku sulit, setiap saat harus menahan nyeri yang menyerang. Sedih saat lihat kakakku memandangku iba. Aku, masih sanggup bertahan meski rasanya pingin menyerah. Aku tak mau merepotkan siapa pun. Semoga kehidupan ini berakhir dengan indah, tanpa ada yang terbebani dengan keadaanku saat ini.
Ah, haruskah aku salahkan Tuhan karena memberiku jantung yang tak normal? Dosa, aku berdosa karena menolak keadaanku, Aku kuat, lebih dari mereka yang normal ... aku bisa bertahan sampai sejauh ini meski harus siap lumpuh lagi, tapi aku harus kuat, tak boleh sakit dan mengeluh lagi.
Aku adalah aku, si aktris yang gagal memerankan tugasnya. Aku tak bisa masuk instasi mana pun selama ada tes kesehatan. Aku hanya bisa jadi tukang masak, baby sister, pembantu, penulis. Pekerjaan itu tak memerlukan tes kesehatan.
Aku beruntung, Tuhan memberiku waktu sampai sekarang. jadi aku bisa mengenal orang-orang yang mencintaiku. Maaf, aku melepaskan kalian. Maaf aku egois... tapi aku tak mau jadi beban kalian. Semoga kelak kalian bisa memaafkanku. Maaf... aku jadi wanita yang membosankan dan banyak mengeluh sekarang.
Sekarang, haruskah aku meratap saat sepi melanda? Tidak akan, kini mereka bahagia. Apa yang aku sesalkan, kurasa keputusanku tepat. Denganku mereka belum tentu bahagia. Mereka berhak mendapatkan yang terbaik, bukan aku tentunya. Aku tahu.
Apa yang bisa kubanggakan dari diriku? Untuk bernapas saja aku sulit, setiap saat harus menahan nyeri yang menyerang. Sedih saat lihat kakakku memandangku iba. Aku, masih sanggup bertahan meski rasanya pingin menyerah. Aku tak mau merepotkan siapa pun. Semoga kehidupan ini berakhir dengan indah, tanpa ada yang terbebani dengan keadaanku saat ini.
Ah, haruskah aku salahkan Tuhan karena memberiku jantung yang tak normal? Dosa, aku berdosa karena menolak keadaanku, Aku kuat, lebih dari mereka yang normal ... aku bisa bertahan sampai sejauh ini meski harus siap lumpuh lagi, tapi aku harus kuat, tak boleh sakit dan mengeluh lagi.
Aku adalah aku, si aktris yang gagal memerankan tugasnya. Aku tak bisa masuk instasi mana pun selama ada tes kesehatan. Aku hanya bisa jadi tukang masak, baby sister, pembantu, penulis. Pekerjaan itu tak memerlukan tes kesehatan.
Aku beruntung, Tuhan memberiku waktu sampai sekarang. jadi aku bisa mengenal orang-orang yang mencintaiku. Maaf, aku melepaskan kalian. Maaf aku egois... tapi aku tak mau jadi beban kalian. Semoga kelak kalian bisa memaafkanku. Maaf... aku jadi wanita yang membosankan dan banyak mengeluh sekarang.
Kamis, 17 September 2015
Rahasia Dibalik Kristal Air
Apa yang kamu ketahui tentang air? Pasti sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita. Bagaimana kalau ternyata air menyimpan suatu rahasia yang sungguh luar biasa. Air ternyata memiliki ikatan dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini dipengaruhi oleh, ikatan hidrogen.
Seperti yang di tuliskan oleh dr. Masaru Emoto dalam bukunya Masage from water yang sampai sekarang masih menjadi kontroversi, bahwa molukel air akan membentuk kristal yang berbeda beda, tergantung dari suasan lingkungan sekitarnya, jika kita bergembira atau senang, molekul air akan membentuk kristal yang sangat indah, berbeda bila kita mengucapkan kata yang tidak baik, emosi atau mengumpatnya, maka kristal airnya akan berubah menjadi buruk. dr Emoto menyimpulkan bahwa kristal air dipengaruhi oleh, suara, musik dan juga doa-doa yang kita celupkan ke dalam air tersebut. menakjubkan. ada sekitar 2000 ribu foto kristal air yang sangat menakjubkan di buku itu.
dr Emoto melakukan penelitian dengan menuliskan kata "Arigato" dan memasukkan ke dalan air, hasilnya menakjubkan, dalam 20 detik terbentuk kristal air yang sangat indah dan berhasil diabadikan dengan menggunakan kamera khusus.
Sebaliknya jika yang ditulis adalah kata-kata yang kasar seperti "setan", "Bodoh", atau dinyalakan musik yang heavi metal maka kristal airnya menjadi kacau dan tidak beraturan, berbeda jika yang dinyalakan musiknya lembut atau mozart maka akan membentuk hexagon/segi enam yang sangat bagus dan indah.
Saat dibacakan doa-doa islam dan doa untuk kesembuhan maka kristal tersebut mengembang dengan sangat indah. Shubahanallah... sungguh keajaiban Tuhan itu tak terbatas.
Seperti yang di tuliskan oleh dr. Masaru Emoto dalam bukunya Masage from water yang sampai sekarang masih menjadi kontroversi, bahwa molukel air akan membentuk kristal yang berbeda beda, tergantung dari suasan lingkungan sekitarnya, jika kita bergembira atau senang, molekul air akan membentuk kristal yang sangat indah, berbeda bila kita mengucapkan kata yang tidak baik, emosi atau mengumpatnya, maka kristal airnya akan berubah menjadi buruk. dr Emoto menyimpulkan bahwa kristal air dipengaruhi oleh, suara, musik dan juga doa-doa yang kita celupkan ke dalam air tersebut. menakjubkan. ada sekitar 2000 ribu foto kristal air yang sangat menakjubkan di buku itu.
dr Emoto melakukan penelitian dengan menuliskan kata "Arigato" dan memasukkan ke dalan air, hasilnya menakjubkan, dalam 20 detik terbentuk kristal air yang sangat indah dan berhasil diabadikan dengan menggunakan kamera khusus.
Sebaliknya jika yang ditulis adalah kata-kata yang kasar seperti "setan", "Bodoh", atau dinyalakan musik yang heavi metal maka kristal airnya menjadi kacau dan tidak beraturan, berbeda jika yang dinyalakan musiknya lembut atau mozart maka akan membentuk hexagon/segi enam yang sangat bagus dan indah.
Saat dibacakan doa-doa islam dan doa untuk kesembuhan maka kristal tersebut mengembang dengan sangat indah. Shubahanallah... sungguh keajaiban Tuhan itu tak terbatas.
Kristal air ini akan berubah lagi saat kita memperdengarkan sebuah lagu yang sendu atau lagu yang keras. Kristal airnya akan pecah tak beraturan.
Kristal ini akan berubah menjadi indah lagi saat kita memperdengarkan lagu yang indah seperti mozart, atau lagu-lagu rohani yang berisi pujia pada sang pencipta.
Maka, berlakulah baik pada air. Air menjadi sumber kehidupan yang membawa kita pada kebaikan. Sungguh Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan keindahan yang tak terbatas.
Kita juga bisa mendoakan air galon yang ada di rumah kita setiap harinya agar yang meminumnya sahat, cerdas dan pasangan yang meminumnya pun tetap setia. Air itu akan terus berproses dalam tubuh kita, menjalari setiap sudut dalam tubuh dan atas seizin Allah pesan itu akan dilaksanakan tanpa kita sadari.
Air kiranya dapat memahami pesan yang kita sampaikan padanya dan membentuknya menjadi sebuah makna sederhana. Saat air sadar bahwa kata yang dibawanya adalah kebaikan maka akan membentuk kristal yang indah, begitu sebaliknya. Jika yang dibawanya adalah sesuatu yang buruk maka akan pecah dan berubah buruk pula wujudnya.
Dalam sebuah riset di Jakarta, air zam-zam ternyata bisa menjadi konduktor listrik, berbeda dengan air tanah yang berada di tempat kita. sampai sekarang hal ini belum terpecahkan. Apa penyebab air zam-zam bersifat seperti itu.
Setiap benda mempunyai gelombang intrisik sendiri. Dengan kata lain setiap partikel sub atom mempunyai gelombang intrisik sendiri. pikiran dan tubuh manusia dipengaruhi oleh gelombang intrisik benda lain yang berfungsi membentuk resonansi. Dalam hubungan antar manusia, sering dikatakan manusia tidak cocok berhubungan dengan yang lainnya, sebenarnya hal ini dipengaruhi oleh resonansi.
Dalam kehidupan, kita butuh air yang bersih, yang tidak mengandung polutan. Jadi mari kita jaga air kita untuk kelangsungan hidup yang lebih sehat.
Rabu, 16 September 2015
Racun Mematikan Biji Apel
Siapa yang ndak kenal buah apel, selain banyak gizinya, buah ini juga memiliki beberapa jenis dan warna yang memikat, orang tidak akan menyangka jika buah ini ternyata memiliki racun yang sangat mematikan.
Buah ini mampu mentralisir kadar gula dalam tubuh sehingga menurunkan resiko diabetes. Apel mentah dengan kulit mengandung protein, vitamin A,C, D, E, K,B6, B12, Thiamin, Riboflavin, Niacin, Folate, Asam pantotenat, Kolin, Betaine, Mineral,Calcium, Magnesium, Fosfor,Kalium, Sodium, Seng, Tembaga, Mangan, Selenium, dan Flouride, akan sangat berbahaya jika dikomsumsi bersama bijinya.
Dalam biji apel mengandung zat amegdalin yang di dalam organ pencernaan bisa diubah menjadi hidrogen sianida yang beracun. Namun jika dikomsumsi dalam jumlah kecil tidak masalah karena toksinnya kecil. Hal ini tidak berlaku bagi anak kecil, karena kemampuan pencernaan yang masih terbatas sehingga kemungkinan resiko keracunan meningkat dari orang dewasa.
Hidrogen sianida juga disebut sebagai Cylon B. Saat Perang Dunia II, racun ini dipakai untuk pembunuhan massal dalam kamp konsentrasi. Racun ini bisa melawan kemapuan sel darah merah dalam membawa oksigen ke dalam jaringan tubuh, yang bisa berakibat fatal.
Gejala dari keracunan hidrogen sianida adalah akan mengalami gejala gemetar, muntah, pusing, detak jantung berdebar tidak semestinya. Pada tingkat selanjutnya bisa mengakibatkan koma, sesak napas, gagal napas, tekanan darah rendah, kerusakan paru-paru dan juga kematian.
Karena itu jangan mengigit biji apel, akan lebih aman bila bijinya dibuang sebelum ada mengkomsumsinya baik dimakan mentah atau dibuat jus dan aneka makanan lainnya.
Buah ini mampu mentralisir kadar gula dalam tubuh sehingga menurunkan resiko diabetes. Apel mentah dengan kulit mengandung protein, vitamin A,C, D, E, K,B6, B12, Thiamin, Riboflavin, Niacin, Folate, Asam pantotenat, Kolin, Betaine, Mineral,Calcium, Magnesium, Fosfor,Kalium, Sodium, Seng, Tembaga, Mangan, Selenium, dan Flouride, akan sangat berbahaya jika dikomsumsi bersama bijinya.
Dalam biji apel mengandung zat amegdalin yang di dalam organ pencernaan bisa diubah menjadi hidrogen sianida yang beracun. Namun jika dikomsumsi dalam jumlah kecil tidak masalah karena toksinnya kecil. Hal ini tidak berlaku bagi anak kecil, karena kemampuan pencernaan yang masih terbatas sehingga kemungkinan resiko keracunan meningkat dari orang dewasa.
Hidrogen sianida juga disebut sebagai Cylon B. Saat Perang Dunia II, racun ini dipakai untuk pembunuhan massal dalam kamp konsentrasi. Racun ini bisa melawan kemapuan sel darah merah dalam membawa oksigen ke dalam jaringan tubuh, yang bisa berakibat fatal.
Gejala dari keracunan hidrogen sianida adalah akan mengalami gejala gemetar, muntah, pusing, detak jantung berdebar tidak semestinya. Pada tingkat selanjutnya bisa mengakibatkan koma, sesak napas, gagal napas, tekanan darah rendah, kerusakan paru-paru dan juga kematian.
Karena itu jangan mengigit biji apel, akan lebih aman bila bijinya dibuang sebelum ada mengkomsumsinya baik dimakan mentah atau dibuat jus dan aneka makanan lainnya.
Sabtu, 05 September 2015
Novel
Sudah terbit!!
Sebuah jalinan cinta yang mendebarkan. Penuh intrik, kebencian dan ketegangan, dihadirkan dengan gaya khas yang apik dan elegan. Pencari cinta yang berperang dengan sisi lain dalam hidupnya. Ayo diorder! Kisah ini disajikan dengan gaya yang berbeda.
Sebuah jalinan cinta yang mendebarkan. Penuh intrik, kebencian dan ketegangan, dihadirkan dengan gaya khas yang apik dan elegan. Pencari cinta yang berperang dengan sisi lain dalam hidupnya. Ayo diorder! Kisah ini disajikan dengan gaya yang berbeda.
Cinta Serapuh Kaca
© Dyah Apri
© Dyah Apri
Penulis: Dyah Apri
Penyunting: Khotimah
Tata Letak: Bening
Sampul: Dinda Prameswari
Penyunting: Khotimah
Tata Letak: Bening
Sampul: Dinda Prameswari
Diterbitkan oleh:
Din’s Publishing
Din’s Publishing
Cetakan 1, Agustus 2015
Yogyakarta, DIN’S PUBLISHING
v + 103 hlm: 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-6999-19-1
Yogyakarta, DIN’S PUBLISHING
v + 103 hlm: 13 x 19 cm
ISBN: 978-602-6999-19-1
Harga: Rp. 35.000 + Ongkos Kirim
Melalui Dyah Apri R, atau no hape: 087774072227
Melalui Dyah Apri R, atau no hape: 087774072227
Format pemesanan: Nama_Alamat Lengkap_Nomor telepon
Inbox ke Dyah apri atau sms ke nomer yang tertera di atas
Inbox ke Dyah apri atau sms ke nomer yang tertera di atas
Untuk ongkirnya. Jawa barat timur 13rb
Jateng 11
Luar jawa 17rb
Selain aceh, kaltim. Sulawesi 18rb —
Jateng 11
Luar jawa 17rb
Selain aceh, kaltim. Sulawesi 18rb —
Sinopsis:
Aku menatap pantulan bayangan di cermin, mata itu begitu angkuh menatapku. Baginya aku terlihat seperti seekor kelinci yang tersudut, mencoba mencari celah untuk bisa meloloskan diri. Wujudnya sama denganku, tidak ada perbedaan diantara kami, tapi dia bukan aku. Siapa dia? Apa yang dia mau. Apakah kehadirannya akan berdampak buruk buatku atau malah sebaliknya. Lalu bagaimana kisah cintaku nantinya? Haruskah kumengalah padanya dan membiarkan dia memilih lelaki lain sedangkan hatiku sudah tertambat pada pria lain. Sementara itu, aku harus berjuang menghadapi seorang perempuan yang mati-matian ingin menyingkirkanku
Langganan:
Postingan (Atom)








