Jumat, 16 Oktober 2015

Sorry. Kak ...


"Dy."

"Aku tahu, sudahlah ... jangan dibahas lagi. Aku tahu ceritaku membosankan, hingga membuatnya mengantuk."

"Hehhehe ... syukurlah kalau kau sadar."

"Aku cuma jadi penggangu saja rasanya. Jadi orang yang sok tahu. Aku sering lupa jika dia juga punya dunia sendiri."

"Dia tipe serius, Dy. Kurasa kau hanya jadi beban buatnya."

"Tab, aku sungguh menyesal, saat bersamanya aku sering hilang kendali dan lupa kalau dia bukan milikku. Kenapa aku selalu lupa semua saat bersamanya?"

"Kendalikan dirimu ... jangan semaunya!"

"Ingatkan aku untuk tidak mengganggu hidupnya lagi. Aku tahu harus bagaimana."

"Syukurlah kalau kau tahu. Jadi mulai sekarang berhentilah menggangu Kak ... dia juga butuh waktu untuk sendiri, tak melulu meladeni ocehanmu yang tak penting!"

"Iya ... aku tahu."

"Ya sudah ... dinginkan kepalamu."

"Aku tak bisa, aku kepikiran ini terus. Bagaimana ini."

"Ya, sudah .. gila saja terus!"

Ya, aku menyesal menggangunya terus hari ini, aku sangat menyesal ... maafin aku, Kak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar