Sabtu, 14 November 2015

Secret heart_4

Pagi ini Nadia begitu bersemangat, wajahnya terlihat cerah. Dengan semangat dia melahap sarapannya. Pemuda itu terlihat tenang duduk di sampingnya, matanya tak lepas memerhatikan Nadia. Seulas senyum tersungging di wajahnya. Aku jarang melihatnya tersenyum saat bersamaku tapi saat dengan Nadia dia sering tertawa.

"Apa minggu ini kita bisa pergi bersama?"

"Mungkin, kau ingin pergi ke suatu tempat?" Pandanganku masih tertuju pada koran pagi ini. Ada sederet berita yang membuatku tertarik membacanya.

"Kita jarang pergi bersama belakangan ini. Bisakah kita pergi bersama?"

"Tentu, tentukan tempatnya dan kabari aku." Aku melipat koran itu dan beranjak pergi.

"Kau belum sarapan,Dan."

"Aku belum lapar, habiskan makanmu dan minum obat. Malam ini aku pulang larut jadi jangan menungguku."

"Kau akan menghabiskan waktumu di perpustakaan lagi? Ada yang kau tunggu di sana?"

"Tidak, hari ini aku ada pertemuan dengan beberapa orang. Jangan mengkhawatirkan aku. Oya, hari ini kamu tak ada pemotretan kan?"

"Kau bahkan tahu jadwalku tapi aku tak tahu jadwalmu."

Aku hanya tersenyum mendengar keluhannya, aku mengacak rambutnya.

"Kalau kukatakan padamu, kau akan dengan mudah mengacaukannya nanti." Kuraih tasku dan berlalu dari hadapannya.

"Pulanglah cepat, kita makan malam bersama. Atau aku akan menyuruh Bimo mencarimu!"

Aku berlalu. Selalu dia gunakan pemuda itu. Sepertinya moodku pagi ini benar-benar buruk.

"Kamu menghindariku?" pemuda itu sudah berada di dalam mobil.

"Tidak,"

"Kau tak bisa bohong padaku."

"Bisakah kau berhenti mengikutiku? Aku bukan lagi anak kecil yang harus kau jaga 24 jam."

"Kita akan bicara setelah kau tak marah lagi."

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, kalaupun ada aku yakin kau tak akan menjawabnya."

"Suatu saat nanti aku akan cerita semua padamu. Sekarang, aku hanya ingin berada diantara kalian. Tapi jika kau tak ingin aku berada diantara kalian aku akan pergi."

Mobil melaju pelan membelah kota pagi itu. Sepertinya hari ini langit sepertinya agak mendung. Tidak ada suara lagi diantara kami. Aku tak ingin dia berada di dekatku tapi aku lebih tak ingin dia pergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar