"Tab, aku mulai merindukannya lagi."
"Padahal tadi kau bicara dengannya."
"Di hati ini hanya ada dua orang yang bertahta kuat, Tab. Cuma Kak Dodi dan raja manyun. Mereka sumber semangat dan inspirasi."
"Mereka juga tak termiliki."
"Tak apa. Sudah saatnya kita menyingkir, kita akan terbiasa dengan kesendirian. Nikmati saja, suatu saat ini akan jadi kenangan kita yang berharga."
"Kau tak bisa menyingkirkan mereka?"
"Tak bisa, Tab. Mereka beda, istimewa. Mereka tak pernah merayuku atau pun memujiku. Ini yang membuatku nyaman di samping mereka. Mereka beda ... tapi mereka istimewa."
"Kau akan terbiasa dengan semua ini, Dy."
"Tentu. Aku pingin pergi dari sini secepatnya. Mencari hidupku yang sesungguhnya."
"Pergilah!"
"Suatu saat aku akan sangat merindukan raja manyun lebih dari ini. Aku benar-benar merindukannya."
Kesedihan terindah adalah saat kau berhasil melewatinya dengan baik. Kemenangan terbesar adalah saat kau bisa menaklukkan dirimu sendiri tanpa hilang kewarasan. Saat kau kembali terseret ke masa lalu maka ingatlah bahwa masa lalu akan tetap hidup meski kau ingin membuangnya. Biarkan saja dia lewat dan menggodamu sementara waktu, taklukkan dengan cara yang benar. Kelak kau akan menjadi kuat karena rasa sakit tak akan bisa mengalahkanmu lagi.
Senin, 02 November 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar