Selasa, 28 Juli 2015

LEPAS
"Apa setelah ini kau akan pergi?"
"Iya, tak ada alasan untuk bertahan,"
"Bahkan demi aku?"
Aku menatapnya sekilas dan tersenyum. Wajahnya yang manis menatapku serius.
"Bahkan demi kamu sekalipun,"
"Kenapa? Bukannkah kau mencintaiku?"
"Cinta? Itu sudah hilang sejak sebulan yang lalu. Saat kau ucapkan ijab khobul atas nama Arinda--adikku."
Aku beranjak pergi meninggalkannya. "Suatu saat aku akan kembali, mengambil obat sakit hati aku rasakan kini. Jadi nikmati saja waktu yang tersisa, sebelum semua menghilang nantinya." Aku tersenyum miring dan menjauh dari tempat itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar