Curhat
"Dy,"
"Hmm,"
"Sudah lama ya kita ndak ngobrol?"
"Iya, sejak kamu pacaran sama si Lepi," jawabku tanpa menoleh ke arahnya.
"Hala, wong kamu juga pacaran sama si itu ...."
"Ngawur! Ora yo, ndak ada pernyataan cinta di antara kami. Aku senang karena dia orangnya selama ini baik. Guru dan sahabat yang baik buatku. Daripada kalian ...."
"Jiah, segitunya, emang kami kenapa, Dy?"
"Kalian itu sebenarnya kompak. Pasangan ideal. kalau yang satu ngadat, yang lain juga ikut ngadat, trus ... kalau lagi lancar. Lancar semua. Keren plus bikin pusing. Jadi mikir aku sekarang,"
"Mikir apa, Dy?"
"Kalau kalian nikah, anak kalian apa ya? Ponsel atau ..? Ndak sabar aku nunggu kalian nikah trus bayangin elo hamil. Anakmu kayak apa ya? Kloningan si Lepi dan si Tab. hahahahhah!"
"Dasar elo sableng, eror, kumat. Obat elo dah habis ya kumat ...."
Peet, si Tab mati, ngambek. Lha aku kan ngomong apa adanya ... kok dia yang sewot ya? Emang aku salah apa?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar