Selasa, 28 Juli 2015

KAKI

KAKI
"Dy ...!"
Mampus aku ... baru bisa on, sudah ngamuk dia. Pasti ini gara-gara kemarin tanpa sengaja tubuhnya kebanting sampai hancur, untung cuma koma dia.
"Pokoknya kamu harus tanggung jawab, Dy!"
"Nah, kenapa lagi ini? Tanggung jawab apa lagi sekarang?"
"Gara-gara kamu aku ndak sempurna lagi, tega lho ya?"
Aku makin melongo, mencoba mengingat semua hal terjadi belakangan ini, sepertinya tidak ada yang aneh di antara kami selain kami sama-sama sableng.
"Ada apa sich, baru juga sadar, sudah marah-marah. Ndak takut soak lagi?"
"Aku ndak peduli! Pokoknya kamu harus tanggung jawab. Kembalikan kakiku, kemarin aku bisa jalan ke mana-mana, sakarang--?"
Aku langsung membalikan tubuhnya, memeriksa setiap inc tubuh Tab, mencoba meneliti seberapa parah benturannya kemarin, hingga membuat otaknya soak lebih parah dari kemarin.
"Emang, kamu punya kaki ya?" aku menatapnya tak percaya.
"Punyalah, emang kamu apa nggak punya kaki, kemarin aku kan habis kencan sama Mas Mardi satpam depan. Emang kamu, diem wae di rumah kayak pajangan. Pokoknya kamu harus temuin kakiku, Dy! Aku mau kencan malam ini kalau tidak--!"
Sumpah, pembaca! Aku pusing sekarang, kalau kalian tahu dimana kakinya si Tab, kasih tahu aku ya....

Tangerang, 24-6-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar