KAKI
"Dy
...!"
Mampus aku
... baru bisa on, sudah ngamuk dia. Pasti ini gara-gara kemarin tanpa sengaja tubuhnya
kebanting sampai hancur, untung cuma koma dia.
"Pokoknya kamu harus tanggung jawab, Dy!"
"Pokoknya kamu harus tanggung jawab, Dy!"
"Nah,
kenapa lagi ini? Tanggung jawab apa lagi sekarang?"
"Gara-gara
kamu aku ndak sempurna lagi, tega lho ya?"
Aku makin
melongo, mencoba mengingat semua hal terjadi belakangan ini, sepertinya tidak
ada yang aneh di antara kami selain kami sama-sama sableng.
"Ada
apa sich, baru juga sadar, sudah marah-marah. Ndak takut soak lagi?"
"Aku
ndak peduli! Pokoknya kamu harus tanggung jawab. Kembalikan kakiku, kemarin aku
bisa jalan ke mana-mana, sakarang--?"
Aku
langsung membalikan tubuhnya, memeriksa setiap inc tubuh Tab, mencoba meneliti seberapa
parah benturannya kemarin, hingga membuat otaknya soak lebih parah dari
kemarin.
"Punyalah,
emang kamu apa nggak punya kaki, kemarin aku kan habis kencan sama Mas Mardi
satpam depan. Emang kamu, diem wae di rumah kayak pajangan. Pokoknya kamu harus
temuin kakiku, Dy! Aku mau kencan malam ini kalau tidak--!"
Sumpah,
pembaca! Aku pusing sekarang, kalau kalian tahu dimana kakinya si Tab, kasih
tahu aku ya....
Tangerang,
24-6-2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar