Rabu, 29 Juli 2015

KARMA


belum sadarkah?
kau buat kami tak bisa berdiri tegak
Seumpama pincang diatas tanah datar
Mengapa tertawa?
duka kami bukan untuk ditertawakan
kami tak butuh hiburan penuh rayuan
kami butuh kepastian
agar tak lagi timpang hidup kami
masihkah berpikir?
berada di sisi kami atau 'mereka'
yang makin gemerlap diatas tangisan bumi ini
inikah inginmu?
Pak Hakim
bisakah kau menoleh kearah kami?
yang berpeluh penuh kesakitan
dianatara deru tawa kaum koruptor
lihat kami!
tanah kami mengering karena dustamu
air kami tandus karena rayuanmu
udara bercampur racun bualanmu
Masihkah kau berpaling dari ini?
kau menutup hatimu dengan gemerlap duniamu
seakan telingamu tak lagi mendengar bisikan hati kami
tak takutkah kamu pada Ilahi Robbi?
yang akan menggoreskan karma pada takdirmu
Tangerang, 29/3/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar